Selasa, 05 April 2011

Kaum Muda Saatnya Menampakkan Jati Diri

Hari sudah mendekati senja, kira-kira saat itu pukul 17.00, kru Lentera datang di kediaman Bapa Uskup, di kawasan Jl. Pandanaran Semarang, untuk wawancara tentang kehidupan kaum muda di dalam Gereja.

Inilah hasil wawancara singkat kru Lentera dengan Bapa Uskup.

Menurut Bapa Uskup siapakah kaum muda itu ?

Kata siapa, artinya menunjukkan identitas, maka kita tidak bisa berbicara secara umum tentang kaum muda. Saya berikan contoh saja, ini pengalaman kecil, suatu ketika saya menghadiri pertemuan, sesudah pertemuan yang namanya sampah berserakan dimana-mana, kemudian saya tinggal sebentar dan kembali ke situ bersih semua...bersih. Kemudian saya menyapa mereka dan jawaban mereka adalah ”Ya Romo, kami ini adalah kelompok kaum muda pencinta lingkungan hidup”.

Masih banyak lagi contohnya. Kalau mahasiswa memiliki sejumlah uang tertentu, dan disuruh memilih, untuk membeli apa ? mereka lebih memlih membeli pulsa dari pada membeli buku pelajaran. Sehingga kalau ditanya siapa kaum muda itu jawabnya susah, tergantung dari kelompok mana mereka.

Secara teoritis, kaum muda yang berkembang secara fisik, psikologis, rohani sesuai dengan usia-usianya. Secara fisik tentunya terjaga kesehatannya, makan makanan yang menyehatkan. Kalau dilihat secara psikologis, kaum muda sedang mencari identitas diri, dibutuhkan kesungguhan untuk mencarinya. Tidak hanya ditentukan oleh arus, atau hal-hal yang dari luar dan menuju kematangan. Mulai bisa membedakan hal baik atau buruk, dan menentukan prioritas.

Ketiga secara rohani, mungkin agak sulit, masih dilacak dalam diri orang muda, tetapi benih-benih kerohanian iman nampak. Kongkretnya, apakah orang muda itu memberi waktu yang memadai untuk mengendapkan pengalaman dan memaknai dari sudut iman, menyisihkan waktu untuk bersyukur, membiarkan dirinya disapa oleh Tuhan.

Tergantung gambaran kaum muda yang mana. Tidak dapat dikatakan secara umum, ada yang mendekati, ada yang memang jauh. Hal tersebut harus dicari, tidak bisa dikatakan orang muda sekarang seperti ini atau seperti itu, harus dilihat dengan sungguh-sungguh, bagaimana caranya yaitu dengan bertanya.

Mengapa tahun ini dijadikan sebagai tahun kaum muda?

Ini merupakan rangkaian ardas (arahan dasar) KAS dari tahun 2006-2010, untuk menjadikan keluarga sebagai basis hidup beriman, tahun 2009 sebagai tahun kaum muda, dimana suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan dalam keluarga. Keuskupan Agung Semarang, dengan adanya tahun kaum muda menyediakan waktu untuk menampakakan jati diri kaum muda yang mau mengembangkan diri.

Bagaimana mengangkat peran kaum muda dalam gereja?

Yang sangat ideal, sejak menjalankan pelayanan ini, mari kita duduk bersama, artinya tiap komunitias diharapkan berembug bersama, istilah rohaninya adalah penegasan rohani, untuk menemukan tuntunan Tuhan. Dari keuskupan tidak ada petunjuk, diharapkan kita dapat membaca situasi seperti apa keadaan kaum muda yang dihadapi, ditanya seperti apa keinginan kaum muda atau mereka sendiri disuruh berkumpul untuk berbicara. Menemukan apa yang dibutuhkan oleh kaum muda.

Yang paling pas adalah dengan adanya orang tua yang mendampingi orang muda, tapi memang harus bisa memahami jiwa orang muda, yang memiliki jiwa berbeda dengan orang tua. Dimana gambaran karakter orang muda dan orang tua itu lain secara psikografi, hal ini terkadang menimbulkan konflik. Yang terpenting untuk orang muda adalah dapat menahan diri.

Apakah ada hambatan yang dihadapi gereja, dalam menggiatkan keaktifan kaum mudanya?

Kita harus kritis, dalam arti aktif dan tidak aktif itu, bukan berarti bila mengadakan kegiatan kemudian hanya sedikit orang yang hadir, dikatakan tidak berhasil, tapi kita lihat bekasnya, dari mereka yang datang menjadi perekat bagi yang lain. Tidak mudah mengumpulkan orang muda, karena orang muda memiliki komunitas yang berbeda-beda, disinilah peran penggerak mencoba untuk merangkul komunitas yang berbeda tadi.


Posisi kaum muda di dalam gereja ?

Jika dalam arti Gereja secara luas, posisinya adalah sama, baik antara orang muda, pastor, suster, posisi kita adalah sama yaitu peziarah dalam iman, dengan peran berbeda tiap anggota gereja. Jika posisi dalam organisasi gereja, posisi di masing-masing paroki berbeda, yang banyak terlontar kritik “orang muda tidak banyak dilibatkan dalam pengambilan keputusan pastoral dalam paroki.” Misalnya dalam rapat harian dewan paroki apakah ada orang mudanya? Orang muda kok hanya ambil posisi sebagai jaga parkir. Itu kritik yang selalu muncul, idealnya tentu ikut serta dalam hal pengambilan keputusan, ketika mengambil keputusan mungkin tidak terjadi titik temu antara orang tua dan muda, namun tidak jadi soal. Hal tersebut merupakan bagian dari proses, tentunya juga masih ada pastor paroki yang menentukan keputusan, jika nanti ada kesalahan, ya dievaluasi.

Pesan apa yang ingin Bapa Uskup sampaikan, menanggapi panggilan kaum muda menjadi imam yang Semakin surut?

Yang konseptual, alangkah indahnya hidup ini adalah anugerah, panggilan dan perutusan dari Allah, dan panggilan itu bukan hanya menjadi imam, namun juga berkeluarga. Membangun keluarga adalah panggilan dari Allah, kalau orang sadar hidup berkeluarga adalah panggilan dan perutusan, dia akan serius dalam mempersiapkan diri. Sekarang ini banyak sekali perceraian dalam pernikahan, karena tidak menyadari pernikahan itu apa. Namun jika disadari apapun jalan hidup sebagai suatu panggilan alangkah baiknya, disitu ada tempat untuk menerima, berdoa, dan salib, maka saya tidak jemu-jemu mengatakan bahwa hidup adalah panggilan.

Secara praktis apakah ada yang bertanya pada orang muda mengenai jalan hidup yang akan ditempuh. Sejauh yang ditemui, panggilan jadi imam muncul dengan ditanya entah oleh romo paroki, orang tua. Maka saya sering berpesan orang tua untuk bertanya, maksudnya apakah orang muda sadar betul akan jalan hidupnya. Dengan bertanya dapat memunculkan sebuah keinginan dari dalam diri orang muda terpanggil menjadi imam.

Dikutip dari : http://buletinlenterabanyumanik.blogspot.com/2009/06/kaum-muda-saatnya-menampakkan-jati-diri.html

0 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP